SURAT DARI MESIR: KORESPONDENSI AGAMA ISLAM-KRISTEN

Sampul buku ‘ Surat Dari Mesir: Korespondensi Agama Islam-Kristen ‘

IDENTITAS BUKU

  • Judul Buku : Surat Dari Mesir: Korespondensi Agama Islam-Kristen
  • Penerbit Buku : PBK. SINAR KASIH

RESUME

Keputusan Hamran Ambrie – salah seorang dari keluarga Muhammadiyah – meninggalkan Islam dan menjadi Kristen begitu menggemparkan dan mengejutkan beberapa pihak. Salah satunya adalah Ali Ya’kub Matondang, seorang Islamic student di Kairo, Mesir. Matondang mengetahui keputusan Hamran dari sebuah majalah Indonesia yang ia baca di Kairo dan langsung bertanya melalui surat mengenai alasan ‘kemurtadan’ iman Hamran. Hamran mulai menjelaskan satu demi satu mengapa ia memutuskan untuk meninggalkan Islam dan masuk Kristen. Dari sinilah mulai terjadi adu argumen antara Hamran dan Matondang.

Keduanya saling melemparkan pertanyaan dan melakukan pembelaan terhadap iman kepercayaannya masing-masing. Berbagai topik masalah dibahas dan dikaji menurut sudut pandang Islam dan Kristen. Hamran yang berpegang pada Alkitab dan iman Kristennya berusaha menjelaskan bahwa keputusannya yang ia ambil benar, sedangkan di satu sisi, Matondang yang berpegang pada Al-Quran dan iman Islamnya begitu menyayangkan keputusan Hamran dan mencoba menyadarkannya agar kembali ke jalan yang benar.

Mulai dari masalah Ka’bah, Allah Tritunggal, Surat Al-Fatihah, hingga ketuhanan Yesus dibahas oleh kedua pihak dari sudut pandang yang berbeda. Tak hanya mengutip ayat dari Alkitab dan Al-Quran, baik Hamran maupun Matondang juga mengutip pendapat dari berbagai buku dan bentuk karya tulis lainnya dari beberapa orang untuk menguatkan argumen masing-masing. Tak hanya saling mempertanyakan kebenaran iman, tak jarang juga mereka saling menyerang satu sama lain, tentunya dengan berbagai argumen dan bukti yang jelas. Mereka juga kerap kali mengutip pernyataan satu sama lain dan surat-surat mereka terdahulu, baik untuk dipertanyakan kembali maupun ditegaskan agar lebih jelas.

Luapan emosi kedua pihak dapat dirasakan ketika membaca buku ini. Melalui isi surat dapat dilihat, baik Hamran maupun Matondang benar-benar bersikukuh mempertahankan apa yang mereka percayai. Sayangnya beberapa kali ditemukan salah ketik dan sejumlah kalimat yang menggunakan bahasa asing, namun tidak diberikan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.

KOMENTAR

  • Tema: keagamaan.
  • Bidang ilmu: agama.
  • Hanya terdapat satu buah gambar sebagai bukti dari argumentasi.
  • Sistematikanya mudah diikuti.
  • Bahasanya secara keseluruhan bisa dipahami, hanya beberapa kali ditemukan salah ketik dan sejumlah kalimat yang menggunakan bahasa asing, namun tidak diberikan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.
  • Penulis tidak membuka baik buku maupun tulisannya. Buku ini dibuka oleh penerbitnya yaitu PBK. SINAR KASIH, sedangkan tulisannya atau isinya diawali dengan seseorang yang bertanya pada penulis utamanya. Bentuk buku ini adalah kumpulan surat berbalasan antara dua orang.

VICTOR FRANKENSTEIN

Sampul buku ‘Victor Frankenstein’

IDENTITAS BUKU

  • Judul Buku      : Victor Frankenstein
  • Penulis Buku   : Mary Shelley
  • Penerbit Buku  : PT. Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit    : 2015
  • Cetakan          : VI
  • Jenis              : Buku Fiksi
  • Tebal Buku      : 312 halaman
  • ISBN              : 978-602-03-2417-3
  • Alih Bahasa    : Anton Adiwiyoto

SINOPSIS

Victor Frankenstein adalah seorang anak pintar yang tumbuh di keluarga yang baik dan penuh kasih sayang di Jenewa. Masa mudanya ia habiskan untuk mempelajari banyak hal mengenai ilmu pengetahuan. Ia mempunyai keinginan untuk menciptakan seorang manusia berdasarkan teori ilmu pengetahuan dengan tambahan ilmu gaib. Keinginan ini membutakannya, ia jarang makan, mengurung diri, tidak berinteraksi sosial, dan seolah tak ada hal penting lain kecuali mewujudkan impiannya. Ia ingin membuktikan kalau manusia juga dapat menjadi seorang pencipta.

Akhirnya Victor berhasil, namun ia terkejut bukan main saat ciptaannya ini membuka mata. Ciptaannya tak sesuai dengan yang diharapkan, wajah buruk rupa dan tubuh raksasa membuatnya jauh dari kata manusia. Victor ingin membunuhnya, tetapi manusia itu kabur saat baru saja hidup. Kini Victor tak tahu di mana ciptaannya.

Selang beberapa waktu, adiknya dikabarkan meninggal karena dicekik. Victor yakin kalau pembunuhnya adalah manusia itu setelah melihat leher adiknya. Keinginan untuk membunuhnya semakin memuncak, ketika tau kematian adiknya diikuti dengan kematian anggota keluarganya yang lain karena depresi ditinggal mati.

Suatu hari, saat Victor sedang berjalan-jalan menikmati pemandangan alam, manusia itu menemuinya dan mengajak untuk berdiskusi. Victor setuju dan diminta untuk mendengarkan kisah manusia itu. Manusia itu menceritakan kesendirian dan penderitaannya, ia tak punya siapa pun di dunia kecuali penciptanya. Menurutnya sang pencipta seharusnya mengasihi dan mengajari ciptaannya berbagai hal, tapi penciptanya justru ingin membunuhnya. Ia belajar banyak hal dari keluarga De Lacey dengan cara mendengarkan dan mengikutinya dari dalam kandang dekat rumah mereka. Harapannya untuk diterima di keluarga mereka pupus, setelah ia kembali ditolak dengan teriakan dan kekerasan seperti biasanya. Kemudian ia lari dan bertemu dengan adiknya Victor serta mencekiknya hingga mati.

Victor yang sedang terkejut saat mendengar ini diminta untuk membuat seorang manusia lain seperti manusia itu dengan imbalan kehidupannya akan damai dan tak akan diganggu lagi. Victor sempat bingung, namun akhirnya ia setuju. Di tengah jalan saat sedang membuat manusia yang lain, Victor muak dan memutuskan untuk membatalkan dan membuangnya ke sungai. Manusia itu mengetahui dan mengamuk, ia mengancam akan membunuh orang-orang yang disayangi Victor satu-satu. Sahabat hingga isterinya mati di tangan manusia itu.Kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Victor memburu dan mencoba membunuh manusia itu bahkan hingga ke kutub utara. Ia kemudian diselamatkan oleh kapal milik Robert Walton, seorang pelaut yang kebetulan sedang berlayar di kutub utara. Ia menceritakan kisah penciptaannya kepada Robert Walton dan tak beberapa lama kemudian meninggal. Manusia itu tiba-tiba datang ke kapal dan untuk terakhir kalinya mengucapkan salam perpisahan sambil menangis di samping Victor yang sudah terbujur kaku. Robert yang awalnya tak percaya pada kisah Victor kaget dan ketakutan melihat manusia itu ada dihadapannya. Setelah beberapa saat, manusia itu juga mengucapkan salam perpisahan pada Robert dan menghilang dengan rakit miliknya.

KOMENTAR

Penulis dapat mengembangkan tema dan judul dengan apik. Ide cerita yang sebenarnya cukup klise dapat dikemas dengan baik oleh penulis sehingga menjadi unik dan menarik.

Penulis mengembangkan latar ceritanya begitu baik, walau tak berurutan karena alur yang digunakan adalah alur campuran (alur maju dan mundur). Latar cerita juga digambarkan oleh penulis dengan cukup detil.

Pengembangan tokoh dan watak tokoh dapat terlihat dan dirasakan seiring cerita berjalan. Tak hanya tokoh utamanya saja, tokoh pendukung pun juga digambarkan dengan apik. Salah satu tokoh yang awalnya begitu ambisius perlahan-lahan semakin muak dan lelah, sedangkan di satu sisi, ada tokoh lain yang justru awalnya tidak tahu apa-apa namun seiring waktu menjadi begitu ambisius. Kedua pengembangan tokoh dan watak tokoh yang saling bertolak belakang ini ditulis dengan baik oleh penulis.

Karena ini adalah buku terjemahan, jadi diksi asli yang digunakan penulis tidak dapat dikomentari, kecuali membaca versi aslinya. Namun seperti buku terjemahan pada umumnya, terdapat diksi yang tidak umum dan beberapa kalimat butuh pemahaman lebih untuk dapat dimengerti.

Tokoh yang paling saya sukai adalah Elizabeth Lavenza, saudara angkat yang kemudian menjadi istri dari Victor Frankenstein, sang tokoh utama. Ia adalah seorang gadis cantik yang penuh perhatian dan begitu peduli dengan saudara-saudaranya. Ia juga seorang yang begitu tulus mecintai Victor dan selalu mengharapkan yang terbaik baginya.

Pemuda Membangun Bangsa

Selamat pagi, generasi muda Indonesia!

Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kita bisa berkumpul di sini. Sebuah kehormatan bagi saya bisa berdiri di sini dan berbicara di hadapan generasi muda Indonesia. Perkenalkan nama saya Margaretha Sofia dan hari ini saya akan membahas mengenai pemuda membangun bangsa dan negara.

Teman-teman seperjuangan,

Dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2009, pemuda adalah warga negara Indonesia berusia enam belas sampai tiga puluh tahun. Menurut hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2017 yang terdapat di website peranpemudaindonesia.blogspot.com, jumlah pemuda Indonesia diperkirakan sekitar 63,36 juta jiwa dan beberapa diantaranya adalah kita yang ada di sini.

Berbagai visi perubahan untuk memajukan bangsa seharusnya ada di kepala kita, masa depan bangsa ada di pundak kita, dan kemajuan bangsa serta negara ada di tangan kita. Mengapa? Karena ke depannya kitalah yang akan membangun bangsa dan negara tercinta, Indonesia. Permasalahannya sekarang adalah, apakah kita siap untuk membangun, kalau bahkan di dalam pikiran dan hati kita tidak pernah terlintas tentang pengabdian kepada negara?

Mungkin di antara kita pernah berpikir, “Ada banyak pemuda lainnya yang bisa, mengapa harus saya?” sekarang bayangkan 63,36 juta pemuda berkata seperti itu, siapa pemuda yang akan membangun? Mengapa pola pikir seperti itu tidak diubah menjadi, “Ada banyak pemuda lainnya yang bisa, saya juga pemuda, jadi saya tentu pasti bisa!”

Mungkin juga ada yang berpikir, “Negara juga tidak memberikan apa-apa kepada saya, mengapa saya harus memberikan sesuatu?” Mantan presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy, pernah berkata, “Jangan tanyakan apa yang negara dapat berikan kepada kamu, tapi tanyakan apa yang dapat kamu berikan kepada negara!” Jangan hanya berkata kita tidak bisa dapat apa-apa dari negara, mengapa kita tidak mencoba memberikan sesuatu kepada negara. Karena kita tahu rasanya tidak mendapat apa-apa dari negara, jangan biarkan generasi selanjutnya meraskan hal yang sama juga. Kita bangun negara, sehingga generasi selanjutnya tidak mengatakan hal yang sama. Justru buat mereka bahkan berterima kasih atas apa yang diberikan negara kepada mereka, karena kita sudah membangun negara ini.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara kita membangun bangsa dan negara ini saat tantangan dan hambatan kian hari kian menantang? Jangan berpikir jauh-jauh tentang “Bagaimana saya bisa memajukan negara ini?” atau “Bagaimana agar angka kemiskinan berkurang?”. Punya pikiran dan visi ke depan memang bagus dan baik, tapi mengapa tidak kita mulai dari yang paling mudah, yaitu diri kita sendiri.

Kita bangun dan bekali diri kita terlebih dahulu, sebelum akhirnya bangsa dan negara. Kita mencari ilmu sebanyak-banyaknya dan perkaya diri dengan berbagai pengalaman. Setelah itu, kita lihat di bagian mana kita bisa membangun bangsa dan negara ini. Membangun negara tidak harus menjadi presiden ataupun mentri. Ada banyak permasalahan di Indonesia, kita cari solusinya, selesaikan, dan jadi agen perubahan. Misalnya, kita lihat di Indonesia angka penganggurannya tinggi, kita bisa menjadi wirausahawan dan membuka lapangan kerja atau mungkin banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah, kita bisa menolong mereka dengan menjadi orang tua asuh mereka dan membiayai pendidikan mereka atau yang lebih mudah lagi, kita lihat banyak saudara-saudara kita tidak memiliki buku, kita bisa sumbangkan buku-buku untuk mereka. Ada banyak cara membangun bangsa dan negara. Pertanyaannya sekarang adalah kita mau atau tidak?

Mau sampai kapan kita diam dan generasi di atas kita yang terus membangun? Tidak malu, dituntun dan disuapi terus? Atau justru, kita malah diam dan generasi yang di bawah kita terus membangun? Tidak malu, kalah sama yang muda?

Terakhir, saya akan menutup dengan sebuah cerita.

Seorang pemuda berusia dua puluh tahun, mengatakan dengan semangat yang menggebu-gebu, “Aku akan mengubah dunia”. Namun setelah dua puluh tahun mencoba, tidak ada yang berubah.

Di umurnya yang ke empat puluh tahun, dia mengatakan kembali dengan semangat yang sama, “Aku akan mengubah negaraku!”. Namun tetap tidak ada yang berubah pada negaranya setelah dirinya mencoba selama dua puluh tahun.

Maka di umurnya yang ke enam puluh tahun, dia kembali mengatakan, “Aku akan mengubah desaku!”. Namun, dia kembali gagal setelah dua puluh tahun mencoba.

Di umurnya yang ke delapan puluh tahun, dia kembali berkata, “Aku akan mengubah keluargaku.”. Setelah dua puluh tahun mencoba, ia tetap kembali gagal.

Maka ketika umurnya menginjak seratus tahun, dia tersadar dan mengatakan, “Aku akan fokus mencoba mengubah diriku.”, dan keesokan harinya dia mati.

Yang mau saya sampaikan adalah kita sebagai generasi muda seharusnya mau untuk membangun bangsa dan negara ini, karena kitalah yang selanjutnya akan menjadi pilar-pilar penopang Indonesia. Membangun bangsa, dapat dimulai dengan membangun diri sendiri. Oleh sebab itu, mari kita membangun diri sendiri agar lebih baik! Jika sudah, mari kita membangun negara agar lebih baik!

Sekian dari saya, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya.

Selamat pagi!

KOMODO

Komodo
(Gambar diambil dari: jateng.tribunnews.com)

Komodo merupakan jenis kadal terbesar di dunia dengan rata-rata panjang dua sampai tiga meter dan berat hingga mencapai seratus kilogram. Hewan ini hanya terletak di Indonesia, lebih tepatnya di Taman Nasional Komodo, Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Keberadaan hewan ini di alam liar kini semakin sedikit. Bahkan Uni Internasional untuk Konservasi Alam memasukan komodo sebagai hewan yang terancam punah. Oleh sebab itu, komodo menjadi salah satu hewan yang dilindungi oleh pemerintah.

Ada banyak hal yang membuat hewan yang berada di puncak rantai makanan ini punah, misalnya saja, perburuan liar. Komodo menjadi salah satu hewan incaran para pemburu. Hewan ini diburu karena organ-organnya yang memiliki nilai jual yang tinggi ketika dijual di pasar gelap. Hal ini tentunya berdampak langsung pada berkurangnya jumlah komodo.

Tak hanya perburuan langsung, berbagai ancaman di habitat komodo juga begitu membahayakan keberadaan hewan ini. Mulai dari rusaknya habitat komodo yang disebabkan baik oleh kegiatan manusia maupun bencana alam, kebakaran yang pernah terjadi sehingga mengurangi populasi komodo dengan cepat, aktivitas vulkanis yang tak jarang terjadi di Pulau Komodo, dan masih banyak lagi.

Kesadaran untuk menjaga kelestarian hewan ini harus dibangun dan ditingkatkan lebih baik lagi. Hal ini dilakukan agar keberadaan komodo tetap terjaga. Indonesia sudah banyak kehilangan satwa karena sudah punah, seperti harimau jawa, harimau bali, dan lain-lain. Jangan sampai komodo menjadi hewan selanjutnya yang hanya tersisa namanya karena sudah punah.

Sumber:

MILO LAVA CAKE

Milo Lava Cake
(Gambar diambil dari: blog.carimakan.co.id)

Chocolate Lava Cake atau kue cokelat lava adalah hidangan penutup berupa kue cokelat dengan isi cokelat yang masih cair atau belum matang. Ketika kue ini dipotong, isi coklat yang masih cair akan meleleh keluar seperti lava yang keluar dari gunung saat meletus. Biasanya kue ini dibuat dengan cara dimasukkan ke dalam oven atau microwave, tapi ternyata kita bisa mengganti proses tersebut dengan cara dikukus. Jadi tidak perlu khawatir apabila tidak memiliki oven atau microwave. Berikut adalah cara membuat Milo Lava Cake:

  1. Siapkan alat dan bahan berupa:
    • Alat pengukus.
    • Lap dapur/serbet.
    • Whisker/alat pengocok.
    • 2 buah mangkuk.
    • Cetakan berukuran kecil.
    • Sendok.
    • 4 sendok makan Milo bubuk.
    • 1 sendok makan air panas.
    • 1 butir telur ukuran besar.
    • 2 sendok makan gula pasir.
    • 3 sendok makan tepung terigu protein sedang.
    • 3 sendok makan margarin cair.
    • Mentega atau magarin.
  2. Campurkan empat sendok makan Milo bubuk dengan satu sendok makan air panas. Aduklah dengan rata, lalu sisihkan.
  3. Campurkan satu telur ukuran besar dengan dua sendok makan gula pasir. Kocok lepas dengan menggunakan whisker.
  4. Tambahkan tiga sendok makan tepung terigu protein sedang dan kocok hingga semua tercampur rata.
  5. Masukkan campuran Milo ke dalam campuran tepung terigu dan tambahkan tiga sendok makan margarin cair. Aduk sampai merata.
  6. Siapkan cetakan, lalu oleskan dengan mentega atau margarin.
  7. Tuang adonan ke dalam cetakan.
  8. Kukus selama delapan menit dengan api besar (panaskan kukusan sebelumnya dan lama mengukus tegantung besar-kecilnya ukuran cetakan).
  9. Lapisi tutup kukusan dengan lap dapur atau serbet.
  10. Angkat dan balikan cetakan di piring.
  11. Taburkan Milo bubuk di atasnya sebagai pelengkap.
  12. Milo Lava Cake siap disantap.

Nah, begitulah cara membuat Milo Lava Cake, mudah bukan? Selamat mencoba di rumah!

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=mg44qjUjz2Q

Design a site like this with WordPress.com
Get started