
IDENTITAS BUKU
- Judul Buku : Victor Frankenstein
- Penulis Buku : Mary Shelley
- Penerbit Buku : PT. Gramedia Pustaka Utama
- Tahun Terbit : 2015
- Cetakan : VI
- Jenis : Buku Fiksi
- Tebal Buku : 312 halaman
- ISBN : 978-602-03-2417-3
- Alih Bahasa : Anton Adiwiyoto
SINOPSIS
Victor Frankenstein adalah seorang anak pintar yang tumbuh di keluarga yang baik dan penuh kasih sayang di Jenewa. Masa mudanya ia habiskan untuk mempelajari banyak hal mengenai ilmu pengetahuan. Ia mempunyai keinginan untuk menciptakan seorang manusia berdasarkan teori ilmu pengetahuan dengan tambahan ilmu gaib. Keinginan ini membutakannya, ia jarang makan, mengurung diri, tidak berinteraksi sosial, dan seolah tak ada hal penting lain kecuali mewujudkan impiannya. Ia ingin membuktikan kalau manusia juga dapat menjadi seorang pencipta.
Akhirnya Victor berhasil, namun ia terkejut bukan main saat ciptaannya ini membuka mata. Ciptaannya tak sesuai dengan yang diharapkan, wajah buruk rupa dan tubuh raksasa membuatnya jauh dari kata manusia. Victor ingin membunuhnya, tetapi manusia itu kabur saat baru saja hidup. Kini Victor tak tahu di mana ciptaannya.
Selang beberapa waktu, adiknya dikabarkan meninggal karena dicekik. Victor yakin kalau pembunuhnya adalah manusia itu setelah melihat leher adiknya. Keinginan untuk membunuhnya semakin memuncak, ketika tau kematian adiknya diikuti dengan kematian anggota keluarganya yang lain karena depresi ditinggal mati.
Suatu hari, saat Victor sedang berjalan-jalan menikmati pemandangan alam, manusia itu menemuinya dan mengajak untuk berdiskusi. Victor setuju dan diminta untuk mendengarkan kisah manusia itu. Manusia itu menceritakan kesendirian dan penderitaannya, ia tak punya siapa pun di dunia kecuali penciptanya. Menurutnya sang pencipta seharusnya mengasihi dan mengajari ciptaannya berbagai hal, tapi penciptanya justru ingin membunuhnya. Ia belajar banyak hal dari keluarga De Lacey dengan cara mendengarkan dan mengikutinya dari dalam kandang dekat rumah mereka. Harapannya untuk diterima di keluarga mereka pupus, setelah ia kembali ditolak dengan teriakan dan kekerasan seperti biasanya. Kemudian ia lari dan bertemu dengan adiknya Victor serta mencekiknya hingga mati.
Victor yang sedang terkejut saat mendengar ini diminta untuk membuat seorang manusia lain seperti manusia itu dengan imbalan kehidupannya akan damai dan tak akan diganggu lagi. Victor sempat bingung, namun akhirnya ia setuju. Di tengah jalan saat sedang membuat manusia yang lain, Victor muak dan memutuskan untuk membatalkan dan membuangnya ke sungai. Manusia itu mengetahui dan mengamuk, ia mengancam akan membunuh orang-orang yang disayangi Victor satu-satu. Sahabat hingga isterinya mati di tangan manusia itu.Kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Victor memburu dan mencoba membunuh manusia itu bahkan hingga ke kutub utara. Ia kemudian diselamatkan oleh kapal milik Robert Walton, seorang pelaut yang kebetulan sedang berlayar di kutub utara. Ia menceritakan kisah penciptaannya kepada Robert Walton dan tak beberapa lama kemudian meninggal. Manusia itu tiba-tiba datang ke kapal dan untuk terakhir kalinya mengucapkan salam perpisahan sambil menangis di samping Victor yang sudah terbujur kaku. Robert yang awalnya tak percaya pada kisah Victor kaget dan ketakutan melihat manusia itu ada dihadapannya. Setelah beberapa saat, manusia itu juga mengucapkan salam perpisahan pada Robert dan menghilang dengan rakit miliknya.
KOMENTAR
Penulis dapat mengembangkan tema dan judul dengan apik. Ide cerita yang sebenarnya cukup klise dapat dikemas dengan baik oleh penulis sehingga menjadi unik dan menarik.
Penulis mengembangkan latar ceritanya begitu baik, walau tak berurutan karena alur yang digunakan adalah alur campuran (alur maju dan mundur). Latar cerita juga digambarkan oleh penulis dengan cukup detil.
Pengembangan tokoh dan watak tokoh dapat terlihat dan dirasakan seiring cerita berjalan. Tak hanya tokoh utamanya saja, tokoh pendukung pun juga digambarkan dengan apik. Salah satu tokoh yang awalnya begitu ambisius perlahan-lahan semakin muak dan lelah, sedangkan di satu sisi, ada tokoh lain yang justru awalnya tidak tahu apa-apa namun seiring waktu menjadi begitu ambisius. Kedua pengembangan tokoh dan watak tokoh yang saling bertolak belakang ini ditulis dengan baik oleh penulis.
Karena ini adalah buku terjemahan, jadi diksi asli yang digunakan penulis tidak dapat dikomentari, kecuali membaca versi aslinya. Namun seperti buku terjemahan pada umumnya, terdapat diksi yang tidak umum dan beberapa kalimat butuh pemahaman lebih untuk dapat dimengerti.
Tokoh yang paling saya sukai adalah Elizabeth Lavenza, saudara angkat yang kemudian menjadi istri dari Victor Frankenstein, sang tokoh utama. Ia adalah seorang gadis cantik yang penuh perhatian dan begitu peduli dengan saudara-saudaranya. Ia juga seorang yang begitu tulus mecintai Victor dan selalu mengharapkan yang terbaik baginya.